# Source Quality Appraiser

> Menilai kualitas ilmiah, indeksasi venue (Scopus Q1/Q2, CORE), dan kekuatan metodologis dari dokumen referensi untuk memastikan kredibilitas rujukan riset.

- Skill: `lensetek/source-quality-appraiser` (Agent Skill)
- Install (CLI): `npx skillmds@latest add lensetek/source-quality-appraiser`
- Raw SKILL.md: https://api.skillmd.com/api/skills/lensetek/source-quality-appraiser/raw
- Safety review: pending
- Works with: Claude Code, Claude.ai, OpenAI Codex
- Category: Coding & Dev Tools
- Author: lensetek (https://skillmd.com/u/lensetek)
- Updated: 2026-09-17
- Page: https://skillmd.com/skills/lensetek/source-quality-appraiser

---


# Source Quality Appraiser

## Overview
Skill ini ditujukan untuk memverifikasi kredibilitas, kualitas ilmiah, serta risiko bias dari artikel rujukan yang akan dijadikan landasan teori utama. Tujuannya adalah mencegah penggunaan paper yang lemah metodologinya, terbit di jurnal predator/berkualitas rendah, atau memiliki kecacatan eksperimen sebagai rujukan utama riset dengan memanfaatkan indeksasi internasional (Scopus, Web of Science) maupun nasional (SINTA).

## Dependencies
- `literature-search-openalex`
- `pubmed-database`

## Quick Start
Contoh penggunaan:
*"Gunakan skill source-quality-appraiser untuk menilai reputasi venue, peringkat Scopus/WoS/SINTA, risiko bias, dan kualitas metodologi dari daftar 5 rujukan paper berikut."*

## Workflow

### 1. Pengecekan Reputasi & Indeksasi Venue
Periksa tempat penerbitan artikel ilmiah (*venue*) untuk mengidentifikasi tingkat kredibilitasnya secara bertingkat:
- **Jurnal Internasional**:
  - Secara default (*zero-configuration*), gunakan database terbuka **OpenAlex** untuk memeriksa status indeksasi dan metrik jurnal (seperti kuartil Scopus Q1/Q2/Q3/Q4, nilai SJR, dan metadata Clarivate Web of Science [WoS]).
  - Jika `SCOPUS_API_KEY` atau kredensial Clarivate institusi tersedia, gunakan API resmi tersebut untuk validasi tambahan.
- **Jurnal Nasional (Indonesia)**:
  - Jika artikel diterbitkan di jurnal Indonesia, lakukan kueri pencarian informasi terarah ke portal resmi **SINTA Kemdikbud** (`sinta.kemdikbud.go.id`) untuk mengambil peringkat akreditasi jurnal (**SINTA 1 (S1) hingga SINTA 6 (S6)**).
- **Konferensi Bereputasi**: Cek peringkat konferensi (misalnya CORE Ranking A*/A/B/C untuk bidang Ilmu Komputer).
- **Preprint**: Identifikasi jika dokumen merupakan draf pra-cetak (arXiv, bioRxiv, medRxiv) yang belum melalui proses penelaahan sejawat (*peer-review*). Tandai dengan hati-hati.
- **Predatory/Low Quality**: Waspadai jurnal yang memiliki reputasi buruk, tidak terindeks secara kredibel, atau masuk dalam Beall's List.

### 2. Evaluasi Kekuatan Metodologi Paper
Analisis bagian isi untuk melihat kualitas metode yang digunakan penulis:
- Apakah ukuran sampel (*sample size*) memadai untuk menarik kesimpulan?
- Apakah ada kelompok kontrol (*control group*) dan pengujian acak yang adil?
- Apakah desain eksperimen dijelaskan secara transparan dan detail?
- Apakah instrumen pengukur (kuesioner/alat ukur) sudah divalidasi dengan baik?

### 3. Penilaian Risiko Bias & Konflik Kepentingan
- Periksa adanya potensi konflik kepentingan (*conflict of interest*), seperti pendanaan dari industri tertentu yang dapat memengaruhi kesimpulan hasil riset.
- Analisis bias seleksi data (*selection bias*) atau metode pengujian yang disederhanakan secara tidak wajar (*cherry-picked setup*).

### 4. Penentuan Kredibilitas & Skor Kelayakan
Berdasarkan hasil analisis, klasifikasikan kelayakan dokumen referensi:
- **Sangat Layak (High Quality)**: Metode robust, diterbitkan di jurnal/konferensi peringkat atas (Q1/Q2 Scopus/WoS, SINTA 1/2, CORE A*/A), dan tidak ada konflik kepentingan. Sangat direkomendasikan sebagai pilar teori utama.
- **Cukup Layak (Moderate Quality)**: Metode cukup baik tetapi terdapat keterbatasan kecil pada data/evaluasi, diterbitkan di venue menengah (Q3/Q4 Scopus/WoS, SINTA 3/4, CORE B/C), atau merupakan preprint dari penulis bereputasi.
- **Kurang Layak (Low Quality)**: Metodologi tidak jelas, bias tinggi, diterbitkan di publisher predator/tidak bereputasi (SINTA 5/6 tanpa metodologi kuat), atau klaim tidak didukung data konkret. Sebaiknya dihindari sebagai rujukan inti.

### 5. Format Laporan Penilaian Kualitas Sumber
Sajikan hasil evaluasi dalam format tabel wajib berikut:
| Dokumen Rujukan | Venue & Peringkat (Q1/Q2/WoS/SINTA/CORE/Preprint) | Kekuatan Metodologi | Risiko Bias & Keterbatasan | Status Kelayakan & Rekomendasi Penggunaan |
|---|---|---|---|---|

## Common Mistakes & Aturan Kritis
- **Menolak Jurnal Tanpa API Key**: DILARANG keras memunculkan pesan error jika API Key Scopus/WoS tidak tersedia. Agen harus melakukan *fallback* otomatis dengan mengekstrak reputasi jurnal melalui database terbuka OpenAlex.
- **Mengabaikan Indeksasi Lokal SINTA**: Hanya mengevaluasi paper Indonesia menggunakan metrik internasional saja, sehingga melabeli jurnal SINTA berkualitas baik sebagai "tidak terindeks". Selalu periksa akreditasi SINTA untuk publikasi lokal Indonesia.
- **Menyamakan Kredibilitas Preprint dengan Peer-Reviewed Paper**: Menggunakan draf preprint (e.g., arXiv) tanpa memverifikasi reputasi penulis atau meninjau metodologinya secara mandiri dan kritis.
- **Hanya Percaya pada Impact Factor/Peringkat**: Mengasumsikan paper yang diterbitkan di jurnal Q1/S1 pasti bebas dari kesalahan metodologi. Setiap paper harus tetap dievaluasi secara kritis secara per-kasus.
- **Mengabaikan Ukuran Sampel dan Skenario Kontrol**: Melewatkan fakta bahwa eksperimen hanya diuji pada sampel yang sangat sedikit namun membuat generalisasi yang luas.
- **Ketiadaan Transparansi Konflik Kepentingan**: Mengabaikan bias pendanaan riset industri yang dapat menghasilkan bias klaim komersial.

