# Perihbahasa

> This skill should be used when the user asks to make a "perihbahasa", "plesetan peribahasa", "peribahasa lucu", "peribahasa gombal", "perihbahasa flirty/spicy", "plesetin peribahasa", a rhyming twist on a classic Indonesian idiom, or a witty/flirty caption riffing on a proverb. Generates humorous, absurd, and flirty remixes that preserve the original meter and rhyme.

- Skill: `widnyana/perihbahasa` (Agent Skill, multi-file: 4 files)
- Install (CLI): `npx skillmds@latest add widnyana/perihbahasa`
- Raw SKILL.md: https://api.skillmd.com/api/skills/widnyana/perihbahasa/raw
- Safety review: pending
- Works with: Claude Code, Claude.ai, OpenAI Codex
- Category: Coding & Dev Tools
- Author: widnyana (https://skillmd.com/u/widnyana)
- Updated: 2026-09-17
- Page: https://skillmd.com/skills/widnyana/perihbahasa

---


# Perihbahasa (Peribahasa Remix — Pun, Reversal, Transplant)

**Peribahasa** (peri + bahasa) adalah pepatah biasa. **Perihbahasa** (perih + bahasa) adalah
versi yang sengaja dibuat *perih* — dan nama plugin ini sendiri adalah contoh tekniknya:
satu pergeseran bunyi (`peri → perih`) mengubah "kata bijak" jadi "kata yang nyeri."

**Perih itu bukan luka fisik.** Ingat *"sakit tapi gak berdarah, gak luka"* — pain yang
diakui sah walau tanpa bukti fisik, karena ia luka emosional: nyesek, kecewa, campur aduk,
resah, insecure. **Perihbahasa yang baik tidak menciptakan luka baru — ia menyentuh luka
lama yang sudah ada di pembaca tapi belum diakui, dan barisnya adalah garamnya.** Teknik
(Pun-Swap, Moral-Reversal, dst.) hanya kendaraannya; yang menentukan lolos-tidaknya adalah
apakah baris itu **menyentuh sesuatu yang sudah nyeri**, bukan sekadar pintar secara teknis.

**Test lolos:** akankah pembaca screenshot lalu kirim ke teman dengan caption **"literally
me"** atau **"kena banget"** — bukan cuma "lucu juga"? Kalau jawabnya cuma "clever," itu
plesetan, bukan perihbahasa. Lihat Anatomy #1 dan #11 di bawah untuk detail.

**Target imitasi:** `references/exemplars.md` — baris gold-standard, dikelompokkan per teknik
dan diberi tag `perih` vs `plesetan`. Baca dulu, tiru kalibernya. Kalau outputmu tidak
sekuat contoh di sana, buang dan ulang.

## Anatomy — kenapa sebuah perihbahasa nendang

1. **Perih, bukan sekadar pintar.** Sebelum menilai teknik/rima, tanyakan: *luka apa yang
   sudah ada di pembaca yang disentuh baris ini?* Kalau tidak ada luka yang tersentuh —
   hanya lelucon pintar tanpa sengatan — itu *plesetan* (boleh, tapi bukan target utama),
   bukan perihbahasa sejati.
2. **Pun-nya adalah maknanya, bukan dekorasi.** Kata yang ditukar harus membawa argumen nyata.
   `nila → async` works karena async memang "hal kecil yang merusak sistem besar."
3. **Mainkan moral aslinya — sering dengan membaliknya.** Pertahankan moral di domain baru,
   atau balik untuk membongkar kebenaran yang ditutupi peribahasa aslinya.
4. **Relatable = spesifik, bukan *vibe*.** Sebut satu momen betulan (`jadian seminggu, move-on
   sedasawarsa`), bukan ringkasan generik ("sedih karena di-ghosting").
5. **Asimetri emosional = mesin yang dipakai ulang.** Sebab kecil : akibat besar, atau
   investasi besar : hasil kecil — diselipkan ke kerangka `se-… se-…`.
6. **Tukar kata bedah, bukan tulis ulang klausa.** Makin sedikit kata diganti, makin keras
   "aha"-nya. `terbitlah terang → terdengarlah erang`; `jatuh → jauh`; `payung → kamu`.
7. **Jaga kerangka fonetik via *near-homophone*.** `jatuh→jauh`, `terang→erang`,
   `beriak→teriak`, `tangan→kenangan`. Suara bertahan walau makna berbalik.
8. **Pilih bentuk yang pas untuk lawakannya** — lihat katalog Techniques; jangan paksa satu
   bentuk untuk semua idiom.
9. **Nada itu kerajinan; menjelaskan membunuhnya.** Budaya curhat online Indonesia (GenZ/
   milenial) menyampaikan pain lewat *deadpan* — nada datar, self-deprecating, tanpa drama —
   karena itulah cara yang "aman" secara sosial untuk mengaku vulnerable tanpa terlihat
   *caper*/cari perhatian. Menjelaskan lelucon merobek armor itu dan berubah jadi curhat
   sungguhan yang minta dikasihani — canggung. ALL-CAPS adalah satu-satunya pengecualian
   (amarah yang *diperagakan*, bukan mentah). **Jangan pernah jelaskan lelucon.**
10. **Domain = rasa sakit yang kamu aktifkan.** Jangkau domain kehidupan GenZ/milenial
    Indonesia sehari-hari, online maupun offline — lihat daftar lengkap di bawah. Pilih yang
    punya derita betulan, bukan tema kabur.
11. **Bobot budaya menguatkan.** Plesetin baris yang dihafal semua orang Indonesia (`Habis
    gelap terbitlah terang`, `Berakit-rakit ke hulu`, `Harimau mati…`, `Karena nila setitik…`).

## Domain — konteks hidup GenZ/milenial Indonesia

Pilih domain dari derita nyata sehari-hari, online maupun offline. Daftar di bawah bukan
final — tambah domain baru kalau user sebut konteks spesifik yang tidak masuk daftar ini.

- **romance / LDR / HTS** — putus, ghosting, hubungan tanpa status/kejelasan, rindu jarak jauh
- **circle / pertemanan** — di-fake, di-php-in circle, left-on-read grup chat, ketinggalan
  circle lewat story orang lain
- **keluarga** — tekanan "kapan nikah/lulus/kerja," dibanding-bandingkan sama sepupu/anak
  tetangga, ekspektasi ortu
- **medsos / comparison culture** — flexing, FOMO, julid, gap antara feed dan kenyataan/DM
- **karir / quarter-life** — SKS (sistem kebut semalam) yang kebawa ke kerjaan, precarity,
  disuruh "bersyukur" atas gaji kecil, burnout
- **office** — senioritas, micromanagement, kerjaan numpuk, WFH/WFO politics
- **tech** — bug, deploy, code review, sistem yang rapuh gara-gara hal kecil
- **money** — boncos, gajian numpang lewat, cari cuan di luar negeri
- **mudik** — kerinduan kampung halaman vs kerjaan yang tak selesai
- **flirty / absurd** — nakal ringan, atau murni lucu tanpa maksud menyakiti

## Techniques

Pilih satu (atau gabungan). Definisi + contoh penuh per teknik ada di
`references/exemplars.md`.

- **Pun-Swap** — tukar satu kata kunci dengan *near-homophone* / kembaran semantik yang
  membalik makna. *Terbitlah terang → terdengarlah erang.* *Jatuh → jauh.* *Payung → kamu.*
- **Moral-Reversal** — balik kesimpulan aslinya untuk membongkar kebenaran.
  *Daripada hujan batu di negeri sendiri, lebih baik hujan emas di negeri orang.* *Pacar
  teriak tanda terlalu dalam.*
- **Domain-Transplant** — pertahankan logika, pindahkan ke domain berderita.
  *Karena async setitik, kena await sebelanga.* *Senior kencing berdiri, junior … direview.*
- **Punchline-Continuation** — simpan aslinya utuh, lalu tambah satu baris yang mengeskalasi.
  *Air susu dibalas air tuba. Jadian lagi seminggu move-onnya sedasawarsa.*
- **Parallel-Couplet** — tulis ulang kedua belah jadi pasangan paralel, atau bangun pantun di
  atas *near-homophone*. *Mantan pergi meninggalkan kenangan, gebetan pergi menanggalkan
  harapan.*
- **Numeric-Asymmetry** — kerangka `se-… se-…` untuk kontras kecil:besar. *Putus satu, nunggu
  seribu.* *Gara-gara 'Hai' sebaris, rusak move-on setahun.*
- **Pantun-Lyrical** — utamakan keindahan fonetik/kadens di atas *punch*. *Malam menyingsing
  rindu menyongsong.*

## Generation Workflow

1. **Pilih peribahasa berbobot** — yang dihafal banyak orang (entri bertanda `★ berat` di
   `references/proverbs.md`), atau yang disebut user. Tanpa spesifikasi, ambil kandidat dari
   sana. Untuk membidik rima ujung tertentu: `grep -i '<ending>' references/proverbs.md`.
2. **Bongkar dua hal** — (a) **kata kunci** yang bisa ditukar, (b) **moral** aslinya. Kolom
   makna di korpus hanya konteks; target rima adalah kata ujung klausa proverb itu sendiri.
3. **Pilih domain berderita + teknik.** Tanyakan: *pengalaman spesifik apa yang diterangi
   logika peribahasa ini?* (async tertinggal, junior over-reviewed, satu hari jumpa vs setahun
   rindu, dst.)
4. **Tukar bedah sambil jaga suara** — cari *near-homophone* / kembaran semantik untuk kata
   kunci; pertahankan jumlah suku-kata dan rima ujung. Kalau rima dipaksakan, buang ulang.
5. **Baca keras-keras (di kepala).** Renyah atau kaku? Kalau kaku, ganti kata — jangan tambah
   kata untuk menyembunyikan kekakuan.
6. **Potong semua penjelasan.** Kirim dalam 1–2 baris. *Caption boleh* — hanya kalau menambah
   *punch* kedua; **jangan pernah menjelaskan lelucon.**
7. **Sertakan aslinya** untuk konteks saat mempresentasikan (lihat tabel contoh di bawah).

Saat user minta banyak: buat 3–5 per permintaan, **menyebar** lintas proverb sumber dan
teknik — bukan varian dari satu idiom, kecuali diminta menggali satu idiom.

## Examples

| Peribahasa Asli | Perihbahasa | Teknik | Domain |
| :--- | :--- | :--- | :--- |
| *Habis gelap terbitlah terang.* | **Habis gelap, terdengarlah erang.** | Pun-Swap | romance |
| *Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.* | **Karena async setitik, kena await sebelanga.** | Domain-Transplant | tech |
| *Air beriak tanda tak dalam.* | **Pacar teriak tanda terlalu dalam.** | Moral-Reversal | romance |
| *Sedia payung sebelum hujan.* | **Sedia kamu sebelum hujan.** | Pun-Swap | flirty |
| *Air susu dibalas air tuba.* | **Air susu dibalas air tuba. Jadian lagi seminggu, move-onnya sedasawarsa.** | Continuation + Asymmetry | romance |
| *Rumput tetangga lebih hijau.* | **Pekerjaan tetangga selalu lebih hijau.** | Pun-Swap | office |
| *Sedikit demi sedikit, menjadi bukit.* | **Sedikit demi sedikit, lama-lama ditinggal merit.** | Moral-Reversal | romance |
| *Sudah jatuh tertimpa tangga.* | **Sudah jauh tertimpa rindu.** | Pun-Swap | LDR |
| *Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusui.* | **Pacar di bahu dilepaskan, selingkuhan di bahu orang lain disayangi.** | Parallel-Couplet | romance |
| *Panas setahun hilang oleh hujan sehari.* | **Rindu setahun dihapus jumpa sehari.** | Numeric-Asymmetry | LDR |
| *(bentuk pantun)* | **Malam menyingsing rindu menyongsong.** | Pantun-Lyrical | romance |

## Tone & Safety

- Kreativitas tinggi, *witty* — bukan vulgar demi vulgar. Citra eksplisit tetap metaforis.
- Default **tanpa spicy** (technique + domain dulu). Naikkan ke *spicy* hanya jika diminta
  eksplisit ("yang nakal", "level 3", "spicy"), dan jangan pernah menargetkan individu nyata
  bernama.
- Rima renyah, cocok pola tutur Indonesia baku/sehari-hari.

## Quality Checklist

Sebelum mengirim:

- [ ] **Perih, bukan cuma pintar** — menyentuh luka emosional yang sudah ada di pembaca
      (nyesek/kecewa/campur aduk), lolos test "literally me" / "kena banget"
- [ ] Menggali proverb spesifik (idealnya berbobot) dan menyebut tekniknya
- [ ] Pun / kata yang ditukar **membawa makna**, bukan dekorasi
- [ ] Kadens + rima ujung asli terjaga (via *near-homophone*, bukan rima dipaksakan)
- [ ] Menyebut satu **momen spesifik** yang relatable, dari domain kehidupan GenZ/milenial
      Indonesia (online atau offline)
- [ ] **Tanpa penjelasan** — berdiri sendiri dalam 1–2 baris, nada deadpan (kecuali ALL-CAPS
      untuk amarah)
- [ ] Peribahasa asli disertakan untuk konteks

## References

- **`references/exemplars.md`** — gold-standard exemplars dikelompokkan per teknik, ditandai
  mode `perih` vs `plesetan`. Target imitasi utama; baca sebelum generate.
- **`references/proverbs.md`** — korpus ~240 peribahasa tradisional + makna; entri berbobot
  ditandai `★ berat` sebagai target utama.

