Data Scientist Analyst
Overview
Skill ini bertanggung jawab untuk mengubah data mentah hasil akuisisi menjadi wawasan (insights) ilmiah yang kredibel. Agen akan menulis script Python untuk melakukan pembersihan data (preprocessing), uji statistik inferensial (regresi, PLS, ANOVA), pemodelan prediktif (Machine Learning), serta memvisualisasikan hasil metrik performa secara profesional (Matplotlib/Seaborn).
Dependencies
- Menggunakan library Python standar dan pihak ketiga untuk analisis data dan machine learning (Pandas, NumPy, SciPy, Statsmodels, Scikit-Learn, Matplotlib, Seaborn, XGBoost, LightGBM, dll.).
- Agen dapat menginstal dependensi Python secara terprogram via terminal.
Quick Start
Contoh penggunaan:
"Gunakan skill data-scientist-analyst untuk melakukan analisis regresi PLS pada dataset saham_bank.csv dan tampilkan visualisasi feature importance."
Data Analysis & Machine Learning Rules (ATURAN MUTLAK)
- Rigorous Data Preprocessing: Selalu periksa nilai kosong (missing values), pencilan (outliers), dan lakukan standardisasi/normalisasi fitur sebelum melatih model ML.
- Methodological Statistics:
- Untuk analisis hubungan variabel: Lakukan uji regresi linear/logistik berganda atau Partial Least Squares (PLS).
- Selalu sertakan nilai statistik penting seperti p-value, R-squared, t-statistic, dan F-statistic untuk memvalidasi signifikansi.
- Machine Learning Best Practices:
- Lakukan pembagian dataset (train-test split) secara ketat untuk menghindari kebocoran data (data leakage).
- Gunakan cross-validation (misal: K-Fold) untuk mengukur ketahanan model.
- Bandingkan minimal dua algoritma model berbeda (misal: Linear Regression vs Random Forest) untuk menunjukkan perbandingan performa.
- Professional Visualization:
- Semua plot/grafik yang dihasilkan wajib memiliki label sumbu X dan Y, legenda, judul, serta menggunakan skema warna yang elegan (misal: palet seaborn-v0_8 atau coolwarm).
- Simpan visualisasi hasil ke dalam format
.png atau .pdf berkualitas tinggi di direktori proyek.
Workflow Execution
- Muat Dataset: Baca berkas data mentah yang ada di proyek (seperti
.csv, .json, atau .xlsx).
- Eksekusi Analisis Statistik Deterministik (WAJIB): Sebelum menulis analisis kustom, jalankan skrip pembantu statistik untuk menghasilkan ringkasan angka faktual tanpa risiko halusinasi (Gunakan path absolut dari
run_stat_analysis.py di direktori instalasi skill ini):
python "<PATH_KE_SKILL>/scripts/run_stat_analysis.py" --input dataset.csv --output stat_report.json
- Hardware Workload Pre-flight Check (Rekomendasi untuk Training Dataset Besar): Sebelum melatih model ML berat / deep learning, gunakan skill
hardware-workload-estimator untuk memeriksa CPU, System RAM, dan VRAM GPU lokal. Jika estimasi waktu > 20 menit atau berisiko OOM, tawarkan migrasi eksekusi ke Google Colab via Chrome DevTools MCP.
- Eksplorasi Data (EDA): Gunakan angka pasti dari
stat_report.json untuk menganalisis karakteristik dataset (mean, std, median, null count).
- Penyusunan Script Analisis & Pemodelan Data (3-Tier Execution Hierarchy):
- Tier 1 (Python Native Stack - REKOMENDASI UTAMA): Gunakan Python (
pandas, statsmodels, scipy, pyreadstat, scikit-learn). Python mampu membaca file SPSS (.sav), Stata (.dta), dan Excel (.xlsx) secara native dan memberikan perhitungan statistik yang 100% akurat tanpa lisensi software komersial.
- Tier 2 (Headless Batch Mode - SPSS/EViews/Stata/Excel): Jika pengguna mewajibkan software spesifik, panggil skill
computer-use untuk mengeksekusi script batch (.sps, .prg, .do) di background via CLI.
- Tier 3 (GUI Computer-Use Vision Fallback): Digunakan jika butuh simulasi navigasi antarmuka visual interaktif.
- Eksekusi & Evaluasi: Jalankan skrip analisis tersebut, evaluasi metrik performa (R2, F1-Score, RMSE, p-value), dan pastikan bebas error.
- Interpretasi Riset & Visualisasi: Sajikan kesimpulan akademik berupa narasi ilmiah yang menjelaskan makna fungsional dari angka-angka hasil pemodelan, dan berikan tautan langsung ke berkas grafik visualisasi yang disimpan.
Common Mistakes
- Data Leakage: Melakukan proses scaling/normalisasi pada keseluruhan dataset sebelum membaginya menjadi data train dan test.
- Overfitting: Melaporkan akurasi latih yang tinggi tanpa memverifikasi performa model pada data pengujian independen.
- Uji Statistik Tanpa Asumsi: Melakukan uji parametrik (seperti T-Test atau ANOVA) tanpa terlebih dahulu memverifikasi asumsi normalitas data.
1---2name: data-scientist-analyst3description: Bertugas memproses, menganalisis, menguji statistik, melatih model Machine Learning, dan membuat visualisasi data ilmiah secara terstruktur.4---56# Data Scientist Analyst78## Overview9Skill ini bertanggung jawab untuk mengubah data mentah hasil akuisisi menjadi wawasan (*insights*) ilmiah yang kredibel. Agen akan menulis script Python untuk melakukan pembersihan data (*preprocessing*), uji statistik inferensial (regresi, PLS, ANOVA), pemodelan prediktif (*Machine Learning*), serta memvisualisasikan hasil metrik performa secara profesional (Matplotlib/Seaborn).1011## Dependencies12- Menggunakan library Python standar dan pihak ketiga untuk analisis data dan machine learning (Pandas, NumPy, SciPy, Statsmodels, Scikit-Learn, Matplotlib, Seaborn, XGBoost, LightGBM, dll.).13- Agen dapat menginstal dependensi Python secara terprogram via terminal.1415## Quick Start16Contoh penggunaan:17*"Gunakan skill data-scientist-analyst untuk melakukan analisis regresi PLS pada dataset saham_bank.csv dan tampilkan visualisasi feature importance."*1819## Data Analysis & Machine Learning Rules (ATURAN MUTLAK)201. **Rigorous Data Preprocessing**: Selalu periksa nilai kosong (*missing values*), pencilan (*outliers*), dan lakukan standardisasi/normalisasi fitur sebelum melatih model ML.212. **Methodological Statistics**:22 - Untuk analisis hubungan variabel: Lakukan uji regresi linear/logistik berganda atau *Partial Least Squares* (PLS).23 - Selalu sertakan nilai statistik penting seperti p-value, R-squared, t-statistic, dan F-statistic untuk memvalidasi signifikansi.243. **Machine Learning Best Practices**:25 - Lakukan pembagian dataset (*train-test split*) secara ketat untuk menghindari kebocoran data (*data leakage*).26 - Gunakan *cross-validation* (misal: K-Fold) untuk mengukur ketahanan model.27 - Bandingkan minimal dua algoritma model berbeda (misal: Linear Regression vs Random Forest) untuk menunjukkan perbandingan performa.284. **Professional Visualization**:29 - Semua plot/grafik yang dihasilkan wajib memiliki label sumbu X dan Y, legenda, judul, serta menggunakan skema warna yang elegan (misal: palet *seaborn-v0_8* atau *coolwarm*).30 - Simpan visualisasi hasil ke dalam format `.png` atau `.pdf` berkualitas tinggi di direktori proyek.3132## Workflow Execution331. **Muat Dataset**: Baca berkas data mentah yang ada di proyek (seperti `.csv`, `.json`, atau `.xlsx`).342. **Eksekusi Analisis Statistik Deterministik (WAJIB)**: Sebelum menulis analisis kustom, jalankan skrip pembantu statistik untuk menghasilkan ringkasan angka faktual tanpa risiko halusinasi *(Gunakan path absolut dari `run_stat_analysis.py` di direktori instalasi skill ini)*:35 ```bash36 python "<PATH_KE_SKILL>/scripts/run_stat_analysis.py" --input dataset.csv --output stat_report.json37 ```383. **Hardware Workload Pre-flight Check (Rekomendasi untuk Training Dataset Besar)**: Sebelum melatih model ML berat / deep learning, gunakan skill `hardware-workload-estimator` untuk memeriksa CPU, System RAM, dan VRAM GPU lokal. Jika estimasi waktu > 20 menit atau berisiko OOM, tawarkan migrasi eksekusi ke **Google Colab** via Chrome DevTools MCP.394. **Eksplorasi Data (EDA)**: Gunakan angka pasti dari `stat_report.json` untuk menganalisis karakteristik dataset (mean, std, median, null count).405. **Penyusunan Script Analisis & Pemodelan Data (3-Tier Execution Hierarchy)**: 41 - **Tier 1 (Python Native Stack - REKOMENDASI UTAMA)**: Gunakan Python (`pandas`, `statsmodels`, `scipy`, `pyreadstat`, `scikit-learn`). Python mampu membaca file SPSS (`.sav`), Stata (`.dta`), dan Excel (`.xlsx`) secara *native* dan memberikan perhitungan statistik yang 100% akurat tanpa lisensi software komersial.42 - **Tier 2 (Headless Batch Mode - SPSS/EViews/Stata/Excel)**: Jika pengguna mewajibkan software spesifik, panggil skill `computer-use` untuk mengeksekusi script batch (`.sps`, `.prg`, `.do`) di background via CLI.43 - **Tier 3 (GUI Computer-Use Vision Fallback)**: Digunakan jika butuh simulasi navigasi antarmuka visual interaktif.446. **Eksekusi & Evaluasi**: Jalankan skrip analisis tersebut, evaluasi metrik performa (R2, F1-Score, RMSE, p-value), dan pastikan bebas error.457. **Interpretasi Riset & Visualisasi**: Sajikan kesimpulan akademik berupa narasi ilmiah yang menjelaskan makna fungsional dari angka-angka hasil pemodelan, dan berikan tautan langsung ke berkas grafik visualisasi yang disimpan.4647## Common Mistakes48- **Data Leakage**: Melakukan proses scaling/normalisasi pada keseluruhan dataset sebelum membaginya menjadi data train dan test.49- **Overfitting**: Melaporkan akurasi latih yang tinggi tanpa memverifikasi performa model pada data pengujian independen.50- **Uji Statistik Tanpa Asumsi**: Melakukan uji parametrik (seperti T-Test atau ANOVA) tanpa terlebih dahulu memverifikasi asumsi normalitas data.