Research Question Builder
Overview
Skill ini memandu Research Agent dalam memformulasikan pertanyaan penelitian (Research Questions/RQ) yang tajam, terukur, dan terarah berdasarkan celah penelitian (research gap) yang telah diidentifikasi sebelumnya. Tujuannya adalah memastikan bahwa riset memiliki batas operasional yang jelas, tujuan yang eksplisit, serta kontribusi ilmiah yang dapat diukur.
Dependencies
discover-phenomenon-and-gap
Quick Start
Contoh penggunaan:
"Gunakan skill research-question-builder untuk merumuskan pertanyaan penelitian dan kontribusi ilmiah berdasarkan methodological gap pada evaluasi robustness model LLM."
Workflow
1. Dekonstruksi & Analisis Gap
- Evaluasi celah penelitian (research gap) yang ditargetkan dari tahap pencarian.
- Pastikan gap tersebut bukan sekadar "belum banyak diteliti", melainkan memiliki justifikasi akademik (seperti keterbatasan metode, inkonsistensi temuan, atau bias data).
2. Formulasi Research Questions (RQ)
- Rumuskan 2 hingga 4 pertanyaan penelitian (RQ) yang spesifik.
- Pastikan pertanyaan menggunakan kata tanya yang mendorong analisis kritis (e.g., "Bagaimana...", "Sejauh mana...", "Mengapa...") alih-alih pertanyaan tertutup ya/tidak.
3. Penentuan Sasaran Penelitian (Research Objectives)
- Sinkronkan setiap RQ dengan tujuan penelitian (Objectives) yang konkret.
- Gunakan kata kerja operasional yang dapat diukur (e.g., "Menganalisis...", "Mengembangkan...", "Mengevaluasi...", "Memvalidasi...").
4. Pemetaan Kontribusi Penelitian
Klasifikasikan kontribusi potensial dari penelitian ini ke dalam tiga dimensi:
- Kontribusi Teoretis: Bagaimana riset memperluas, menyempurnakan, atau menantang teori konseptual yang sudah ada.
- Kontribusi Metodologis: Alat, metrik, alur eksperimen baru, atau modifikasi algoritma yang ditawarkan.
- Kontribusi Praktis: Solusi atau implikasi langsung terhadap industri, kebijakan, atau pemecahan masalah praktis di lapangan.
5. Batasan Ruang Lingkup (Scope Limitation)
- Tentukan batasan apa saja yang tidak akan dibahas dalam riset ini (misalnya tipe dataset tertentu, batasan platform hardware, atau rentang parameter tertentu) untuk menjaga fokus penelitian.
6. Format Laporan Formulasi Pertanyaan Riset
Hasil formulasi wajib disajikan dalam format tabel terstruktur berikut:
| Gap Penelitian |
Research Question (RQ) |
Objective (Tujuan) |
Kontribusi Utama (Teoretis/Metodologis/Praktis) |
Batasan Scope (Ruang Lingkup) |
Common Mistakes & Aturan Kritis
- RQ Terlalu Deskriptif atau Sederhana: Membuat RQ yang jawabannya bisa diperoleh hanya dengan pencarian Google dasar (e.g., "Apa itu algoritma X?"). RQ harus menuntut pengujian empiris atau analisis mendalam.
- Tujuan dan RQ Tidak Sinkron: Jumlah atau esensi dari tujuan penelitian tidak selaras dengan pertanyaan penelitian yang diajukan.
- Kontribusi yang Berlebihan (Overclaiming): Mengklaim kontribusi revolusioner tanpa dasar pembuktian yang realistis dalam batasan riset.
- Ketiadaan Batasan Scope: Membuat ruang lingkup penelitian terlalu luas sehingga sulit untuk diselesaikan dalam kerangka waktu riset.
1---2name: research-question-builder3description: Mengubah celah penelitian (research gap) menjadi rumusan masalah, pertanyaan penelitian (Research Questions), tujuan riset, dan kontribusi ilmiah secara terstruktur.4---56# Research Question Builder78## Overview9Skill ini memandu Research Agent dalam memformulasikan pertanyaan penelitian (*Research Questions*/RQ) yang tajam, terukur, dan terarah berdasarkan celah penelitian (*research gap*) yang telah diidentifikasi sebelumnya. Tujuannya adalah memastikan bahwa riset memiliki batas operasional yang jelas, tujuan yang eksplisit, serta kontribusi ilmiah yang dapat diukur.1011## Dependencies12- `discover-phenomenon-and-gap`1314## Quick Start15Contoh penggunaan:16*"Gunakan skill research-question-builder untuk merumuskan pertanyaan penelitian dan kontribusi ilmiah berdasarkan methodological gap pada evaluasi robustness model LLM."*1718## Workflow1920### 1. Dekonstruksi & Analisis Gap21- Evaluasi celah penelitian (*research gap*) yang ditargetkan dari tahap pencarian.22- Pastikan gap tersebut bukan sekadar *"belum banyak diteliti"*, melainkan memiliki justifikasi akademik (seperti keterbatasan metode, inkonsistensi temuan, atau bias data).2324### 2. Formulasi Research Questions (RQ)25- Rumuskan 2 hingga 4 pertanyaan penelitian (RQ) yang spesifik.26- Pastikan pertanyaan menggunakan kata tanya yang mendorong analisis kritis (e.g., *"Bagaimana..."*, *"Sejauh mana..."*, *"Mengapa..."*) alih-alih pertanyaan tertutup ya/tidak.2728### 3. Penentuan Sasaran Penelitian (Research Objectives)29- Sinkronkan setiap RQ dengan tujuan penelitian (*Objectives*) yang konkret. 30- Gunakan kata kerja operasional yang dapat diukur (e.g., *"Menganalisis..."*, *"Mengembangkan..."*, *"Mengevaluasi..."*, *"Memvalidasi..."*).3132### 4. Pemetaan Kontribusi Penelitian33Klasifikasikan kontribusi potensial dari penelitian ini ke dalam tiga dimensi:34- **Kontribusi Teoretis**: Bagaimana riset memperluas, menyempurnakan, atau menantang teori konseptual yang sudah ada.35- **Kontribusi Metodologis**: Alat, metrik, alur eksperimen baru, atau modifikasi algoritma yang ditawarkan.36- **Kontribusi Praktis**: Solusi atau implikasi langsung terhadap industri, kebijakan, atau pemecahan masalah praktis di lapangan.3738### 5. Batasan Ruang Lingkup (Scope Limitation)39- Tentukan batasan apa saja yang *tidak* akan dibahas dalam riset ini (misalnya tipe dataset tertentu, batasan platform hardware, atau rentang parameter tertentu) untuk menjaga fokus penelitian.4041### 6. Format Laporan Formulasi Pertanyaan Riset42Hasil formulasi wajib disajikan dalam format tabel terstruktur berikut:43| Gap Penelitian | Research Question (RQ) | Objective (Tujuan) | Kontribusi Utama (Teoretis/Metodologis/Praktis) | Batasan Scope (Ruang Lingkup) |44|---|---|---|---|---|4546## Common Mistakes & Aturan Kritis47- **RQ Terlalu Deskriptif atau Sederhana**: Membuat RQ yang jawabannya bisa diperoleh hanya dengan pencarian Google dasar (e.g., *"Apa itu algoritma X?"*). RQ harus menuntut pengujian empiris atau analisis mendalam.48- **Tujuan dan RQ Tidak Sinkron**: Jumlah atau esensi dari tujuan penelitian tidak selaras dengan pertanyaan penelitian yang diajukan.49- **Kontribusi yang Berlebihan (Overclaiming)**: Mengklaim kontribusi revolusioner tanpa dasar pembuktian yang realistis dalam batasan riset.50- **Ketiadaan Batasan Scope**: Membuat ruang lingkup penelitian terlalu luas sehingga sulit untuk diselesaikan dalam kerangka waktu riset.